|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Topik Utama » Kurikulum 2013; Menuju Pendidikan Karakter

Kurikulum 2013; Menuju Pendidikan Karakter

Jum`at, 5 Juli 2013 09:15:27  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 287
Kurikulum 2013; Menuju Pendidikan Karakter

Perumusan pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 perlu mengedepankan pengalaman personal siswa. Proses pembelajaran yang dilalui melalui serangkaian proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, kurikulum 2013 juga membuka ruang agar siswa dibiasakan  bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning (pembelajaran kolaborasi).

Kompetensi yang ingin dicapai adalah kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan. Oleh karena itu, tujuan penanaman pendidikan karakter dalam 2013 tidak lepas dari keinginan menghasilkan sumber daya manusia dan Peradaban sebagai modal pembangunan yang berpendidikan [berpengetahuan dan berketerampilan] dan berbudaya [berkarakter kuat] yang dicirikan dengan profil lulusan yang memiliki: (1) Kemampuan berkomunikasi, (2) Kemampuan berpikir jernih dan kritis, (3) Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, (4) Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab, (5) Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, (6) Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal, (7) Memiliki minat luas dalam kehidupan, (9) Memiliki kesiapan untuk bekerja, (10) Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya, (11) Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan

Pembelajaran pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 diarahkan untuk mendorong peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber observasi, bukan diberi tahu. Pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah [menanya], bukan hanya  menyelesaikan masalah [menjawab] Pembelajaran diarahkan untuk melatih berfikir analitis [pengambilan keputusan] buka n berfikir mekanistis [rutin]serta pembelajaran menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah.

Sikap tidak hanya diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan. Pergeseran dari penilaian pembelajaran digeser dari melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil. Kesiapan penerapan pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 mempertimbangkan perkembangan psikologis anak, lingkup dan kedalaman materi, kesinambungan fungsi satuan pendidikan, dan lingkungan..ang-KP

 

Baca "Topik Utama" Lainnya

Komentar Anda